Goa Selarong saat Perang Jawa 1825

FIZZIA - Kebanyakan kita memahami bahwa goa selarong baru dipakai Pangeran Diponegoro setelah Ndalem Tegalrejo diserang Belanda. Sebenarnya ada beberapa fakta tentang goa di Pajangan Bantul ini.



Fakta tentang Goa Selarong :


1. Goa Selarong di Pajangan, Bantul bukanlah dipakai begitu saja oleh Pangeran Diponegoro. Sebenarnya ia sudah dipersiapkan sebelumnya.


2. Jauh sebelumnya, Gua Selarong merupakan pemukiman kuno (pra Islam). Disana terdapat  yoni, bekas batu fondasi berornamen dan juga batu datar/sela gilang.


3. Pangeran Diponegoro melihat ada sesuatu yang menarik, dan menjadikannya sebagai sebuah pesanggrahan. Barangkali bakat tersebut mengalir dari kakendanya, Sultan HB II yang terkenal sebagai pembangun banyak pesanggrahan.


4. Dalam Babad Diponegoro versi Surakarta yang ditulis kira-kira hanya dua bulan berselang setelah serangan tentara Belanda ke Tegalrejo yang berlangsung tanggal 21 Juli 1825, menceritakan bahwa sebelumnya tempat tersebut sering dikunjungi Pangeran Diponegoro bersama dengan para isteri, anak dan kerabatnya.


5. Kemungkinan tempat itu baru dibangun (dibuat sebagai tempat mesanggrah) sepeninggal Ratu Ageng Tegalrejo, garwa Sultan HB I yang menjadi pengasuh Diponegoro. Kemungkinan saat Pangeran Diponegoro telah menginjak usia tiga puluhan.


6. Gua Selarong berada di bukit kemudian ditata dengan indah. Puncak bukit diratakan, dan parit-parit dibuat di lereng-lerengnya.


Dua parit dibuat berjajar lurus untuk mengalirkan air ke sawah-sawah sehingga situasinya seperti kota.


Di sana terdapat pintu gerbang pesanggrahan yang tersusun menjadi tiga lapis, dan di depannya terdapat alun-alun. 


7. Di sebelah timur laut Gua Selarong, terdapat Gua Secang. Di depan mulut gua  dibangun taman yang ditanami pohon durian, manggis, krian, duku, langsep, kokosan, jambu, jeruk, kepundung, mundu, cerme, sentul dan jambe. Juga ditanam pohon kelapa gading.


8. Di dekat mulut gua ditanami pohon biji-bijian (pala kasimpar), seperti jagung, cantel, juwawut, jarak, jagung jali, nanas lumut dan nanas merah.


Selain itu ditanam cabai dan terong, buncis, kecipir, kara pendek, kara loke, kapri, kacang cinde (hijau), kacang mas dan kacang lutung.


Selain itu juga tanaman  Kemangi, bunga selasih, diselingi gandarusa, keladi, bentul, talas, ubi, gembili, dan kentang di tanam di pinggir. Pohon singkong ditanam sebagai pagar tepian.


9. Pintu masuk kebun ada empat, yaitu di sebelah timur, barat, utara dan selatan, masing-masing diberi pintu beruji.


Keempatnya dihubungkan dengan jalan lurus (maju pat) yang saling memotong di tengah sehingga membentuk perempatan.


10. Luas kebun sekitar seratus tombak persegi. Terdapat sendang-sendang, yang barangkali saat itu dipersiapkan untuk sarana bersuci. Adapun nama-nama sendang tersebut meliputi:


1. Sendang Komotetes

2. Sendang Komodadi

3. Sendang Pitu

4. Sendang Umbulmoyo

5. Sendang Manikmoyo


11. Goa Selarong terdapat dua goa utama yaitu Goa Kakung dan Goa Putri. Goa

Kakung dulu ditempati oleh Pangerang Diponegoro sedangkan Goa Putri

ditempati oleh selir Pangeran Diponegoro yaitu Raden Ayu Ratnaningsih.


12. Setelah menjadi basis Diponegoro, banyak kaum bangsawan yang meninggalkan istana dan bergabung dengan Pangeran Diponegoro. Mereka adalah anak cucu dari Sultan Hamengkubuwono I, II, dan III yang berjumlah tidak kurang dari 77 orang dan ditambah pengikutnya.


13. Pada akhir Juli 1825 di Selarong telah berkumpul bangsawan-bangsawan yang nantinya menjadi panglima dalam pasukan Pangeran Diponegoro. 


14. Mereka adalah Pangeran Mangkubumi, Pangeran Adinegoro, Pangeran Panular, Pangeran Adiwinoto Suryodipuro, Pangeran Blitar, Kyai Mojo, Pangeran Ronggo, Ngabei Mangunharjo, dan Pangeran Surenglogo.


15. Pangeran Diponegoro juga memerintahkan Joyomenggolo, Bahuyudo, dan Honggowikromo untuk memobilisasi penduduk desa sekitar Selarong dan bersiap melakukan perang. Di tempat ini juga disusun strategi dan langkah-langkah untuk memastikan sasaran yang akan diserang.


16. Selama bermarkas di Selarong pasukan Belanda telah melakukan penyerangan tiga kali 


17. Serangan pertama pada tanggal 25 Juli 1825 yang dipimpin oleh Kapten Bouwes. 


18. Serangan kedua pada bulan September 1825 di bawah pimpinan Mayor Sellwinj dan Letnan Kolonel Achenbac 


19. Serangan ketiga tanggal 4 November 1825. 


20. Setiap pasukan Belanda menyerang Selarong maka Pasukan Pangeran Diponegoro menghilang di goa-goa sekitar Selarong.


Copyright

Narasi @sejarahjogya


Pic : Universitaire Bibliotheken Leiden


De Selarong-Vlakte uit het Noordoosten gezien.Panorama in vogelvlucht. Op 1 blad met: Goewa Setjang [en] De Selarong-Vlakte uit het Zuidoosten gezien.

.

Kaarten en teekeningen behoorende bij de Java-Oorlog van 1825-1830

.

Dipublikasikan 1887





Posting Komentar

0 Komentar